Senin, 04 Oktober 2010

Permasalahan Pasca Persalinan Bagian 1 (Permasalahan Terkait Proses Persalinan)


Perjuangan berat saat hamil dan proses persalinan yang hebat serta melelahkan akhirnya terlewati. Bayi mungil yang telah lama dinanti akhirnya hadir ke alam dunia ini. Tangisan si kecil ketika lahir seolah menjadi embun penyejuk hati, pengobat rasa letih yang mungkin sudah dirasa sejak awal masa kehamilan. Akan tetapi, perjuangan seorang ibu belumlah usai. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi setelah melahirkan, dimana seorang wanita akan mengalami nifas dan menyusui. Maka tak berlebihan kiranya jika seorang wanita hendaknya membekali diri dengan ilmu yang terkait dengan kodratnya, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui anak. Setiap ibu perlu mengetahui masalah apa saja yang biasanya muncul setelah melahirkan, termasuk di dalamnya adalah permasalahan nifas dan menyusui.
Permasalahan pasca persalinan yang akan disampaikan pada kesempatan kali ini mencakup:
  1. Permasalahan terkait proses persalinan
  2. Permasalahan terkait aktivitas menyusui
  3. Permasalahan terkait nifas
1. Permasalahan Terkait Proses Persalinan
Keletihan
Jarang sekali ada ibu yang bisa terlepas dari rasa letih ini. Setelah melelui proses persalinan yang penuh perjuangan, ibu akan mengalami keletihan yang sepertinya tidak mereda dan biasanya merasa seperti tidak bertenaga. Hal ini tidak mengherankan karena setelah keletihan karena persalinan, seorang ibu dituntut untuk menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengurus bayi yang baru saja dilahirkannya. Tenaga ibu terkuras habis karena harus menyusui berkali-kali dalam sehari. Disamping itu, sering pula seorang ibu terbangun ketika malam hari menyebabkan ia tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Apalagi ditambah dengan berbagai pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan dan ada pula yang masih harus mengurus anak-anaknya yang lain. Meskipun keletihan adalah hal yang biasa terjadi, namun ibu dapat sedikit menguranginya dengan melakukan usaha sebagai berikut:
  • Pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk beristirahat, yaitu ketika bayi tertidur baik pada siang maupun malam hari.
  • Jika memungkinkan, mintalah bantuan dari orang-orang terdekat (terutama suami) untuk membantu meringankan pekerjaan.
  • Usahakan untuk makan makanan yang bergizi dan dalam jumlah yang cukup. Jika perlu, minum madu dan makan kurma karena terbukti dapat memulihkan tenaga.
  • Minum cukup air, karena kekurangan cairan akan membuat tubuh menjadi lemas.
Kontraksi rahim
Kontraksi rahim yang dirasakan setelah melahirkan (seperti kejang atau kram perut) merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Kontraksi ini merupakan usaha untuk mengerutkan pembuluh darah yang terbuka karena terpisahnya plasenta (ari-ari) dan kembalinya rahim ke ukuran dan ke lokasi seperti sebelum melahirkan. Kontraksi ini akan makin terasa ketika ibu menyusui karena pengisapan payudara oleh bayi akan melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat merangsang terjadinya kontraksi.
Bermasalah saat buang air kecil
Selama 24 jam setelah persalinan, banyak ibu yang mengalami kesulitan saat buang air kecil. Beberapa ibu sama sekali tidak merasa ingin buang air kecil. Beberapa ibu yang lain merasa ingin tapi tidak dapat melakukannya, dan ada pula yang bisa melakukannya tapi dengan disertai rasa nyeri dan terbakar. Kandung kemih sangat perlu untuk dikosongkan dalam waktu 6 sampai 8 jam setelah melahirkan untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Bagi ibu yang tidak bisa buang air kecil, ada beberapa cara yang bisa dicoba, antara lain:
  • Jika keadaan memungkinkan, segera bangun dari tempat tidur dan berjalan-berjalan.
  • Minum air dalam jumlah yang cukup.
  • Ibu bisa memilih untuk duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Cara-cara tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk buang air kecil.
Sulit buang air besar
Beberapa faktor baik fisik maupun psikologis dapat menunda kembalinya fungsi normal usus setelah persalinan. Salah satu faktor penyebab sulit buang air besar adalah otot-otot perut yang membantu proses pembuangan telah mengalami peregangan selama persalinan sehingga menjadi kurang efektif dalam melakukan tugas ini. Selain itu, usus besar mungkin mengalami trauma selama persalinan sehingga menjadi lamban dalam bekerja. Dan faktor terbesar yang menyebabkan hambatan untuk buang air besar adalah faktor psikologis seperti takut jahitan terbuka, malu, atau perasaan tertekan. Berikut ini beberapa cara untuk memperlancar proses buang air besar:
  • Hendaknya ibu menghilangkan kekhawatiran untuk buang air besar, salah satunya adalah jangan terlalu takut jika jahitan akan terbuka.
  • Makan makanan yang berserat (sayur dan buah) dan banyak minum air.
  • Jika kondisi memungkinkan, segera bangun dan berjalan-jalan
  • Usahakan untuk segera ke toilet (jangan menunda) saat merasakan dorongan untuk buang air besar.
Wasir
Wasir atau ambeyen disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada anus atau dubur. Keadaan ini bisa menyebabkan nyeri, gatal, panas, dan kadang berdarah. Wasir ada dua macam, yaitu wasir internal (berada di dalam) dan wasir eksternal (berada di luar). Seringkali ibu hamil mengalami wasir, terutama pada trimester (3 bulan) terakhir dari masa kehamilannya.
Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu:
  • Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir.
  • Minum air dalam jumlah yang cukup dan konsumsi makanan yang berserat, seperti sayur dan buah-buahan.
  • Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Atau bisa juga melakukan kompres panas dan dingin secara bergantian. Ada beberapa ibu yang lebih nyaman dengan duduk berendam di air hangat selama 20 menit, namun ada juga yang justru lebih suka dengan kompres dingin.
  • Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang.
  • Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
  • Jika wasir sangat mengganggu dan tidak kunjung reda, periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat yang dimasukkan lewat anus.
bersambung insyaallah..
***
Artikel muslimah.or.id
Penulis: dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi:
  1. Cunningham, Mac Donald, Gant. Textbook Williams Obstetry Edisi 18. Bab “Abnormalitas Pada Masa Puerperium”. Tahun 1995. Penerbit EGC, Jakarta.
  2. Arief Mansjoer (editor) dkk. Buku Kapita Selekta Kedokteran UI Jilid 1. Tahun 1999. Penerbit Media Aesculapius, Universitas Indonesia, Jakarta.
  3. Heidi Murkoff, dkk. Buku ”Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan”. Tahun 2006. Penerbit Arcan, Jakarta.
  4. Buku Manajemen Laktasi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com / Header Butterfly by Pixels + Ice Cream